Jumat, 31 Oktober 2014

Anti Korupsi



Anti Korupsi

Korupsi yaitu tingkah laku atau tindakan seseorang yang melanggar norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi dan merugikan negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian anti korupsi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat untuk memberantas tindakan korupsi. Di Indonesia harus ada gerakan anti korupsi dan dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat guna untuk mencegah terjadinya korupsi.

Minggu, 05 Oktober 2014

SINOPSIS BUKU PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA

Kelompok : De Bopungs
Nama        : Lastri Pulur Ayuningtyas
NPM         : 24211073

Judul           : Profesi Akuntan Publik di Indonesia
Penulis        : Marisi P. Purba
Penerbit      : Graha Ilmu

Sinopsis :
Buku ini membahas permasalahan-permasalahan profesi Akuntan Publik di Indonesia terkait dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Akuntan Publik (UU Akuntan Publik). Pembahasan buku ini difokuskan pada implikasi pemberlakuan UU Akuntan Publik terhadap independensi dan peranan profesi tersebut dalam mendukung implementasi GCG di Indonesia. Buku ini merupakan suatu kritik terhadap UU Akuntan Publik yang telah diberlakukan pada tahun 2011.  

Buku ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui bagaimana pandangan pemerintah dan pembuat undang-undang terhadap profesi Akuntan Publik sebagai bagian dari sistem ekonomi saat ini.

Selasa, 08 Juli 2014

Pilpres

    Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum (PEMILU) untuk yang kesekian kalinya pada tanggal 9 Juli 2014. Kali ini hanya ada dua pilihan presiden dan wakil presiden yang mempunyai visi dan misi masing-masing. Tujuannya diadakan pemilihan umum ini adalah agar ,masyarakat dapat memilih pemimpinnya untuk memimpin negeri ini agar lebih baik, tetapi sampai saat ini masih banyak masyarakat yang GOLPUT (Golongan Putih). GOLPUT terjadi akibat berbagai faktor diantaranya karena masyarakat kurang memiliki pengetahuan tentang politik, kurang mengetahui sosok capres dan cawapres itu sendiri dan di media masa pun banyak yang menjelek-jelekan masing-masing capres dan cawapres sehingga membuat masyarakat bingung harus memilih yang mana.
    Seharusnya Golongan Putih (GOLPUT) tidak terjadi karena suka disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. kita harus memilih presiden dan wakil presiden yang terbaik menurut kita, tidak usah terpengaruh oleh media masa yang kadang beritanya suka tidak benar. Jadi pilihlah presiden dan wakil presiden jangan golput karena pilihan anda menentukan masa depan negeri kita.

Sabtu, 07 Juni 2014

Tahun depan pemerintah yakin tingkat kemiskinan jadi 9 persen



Merdeka.com - Pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (R-APBN) 2015 menargetkan angka kemiskinan Indonesia akan turun menjadi 9-10 persen pada 2015 mendatang. Target ini didasarkan realisasi tingkat kemiskinan pada tahun sebelumnya yang menunjukkan tren penurunan.
Menteri Keuangan Chatib Basri dalam penjelasannya mengatakan angka kemiskinan di Indonesia terus menurun dari 14,2 persen di 2009 menjadi 11,4 persen di 2013. Penurunan angka kemiskinan ditopang oleh relatif tingginya pertumbuhan ekonomi yang diikuti perbaikan kesejahteraan.
"PDB per kapita kita meningkat dari Rp 23,9 juta pada 2009 menjadi Rp 36,5 juta per tahun di 2013," ucap Chatib dalam paparannya di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/6).
Namun demikian, Chatib menyadari penurunan angka kemiskinan belum dapat memuaskan semua pihak. Chatib berjanji pemerintah akan terus mengupayakan agar pertumbuhan ekonomi memberikan dampak yang lebih nyata pada penurunan tingkat kemiskinan.
"Penentuan target kemiskinan didasarkan pada rencana kerja pemerintah yang mengacu pada asumsi dan outlook pertumbuhan ekonomi. Pencapaian tingkat kemiskinan di bawah 10 persen telah mempertimbangkan kebijakan afirmatif khusus seperti perlindungan sosial, perluasan jangkauan pelayanan dasar dan penghidupan berkelanjutan," tambahnya.
Untuk mengejar penurunan angka kemiskinan, Chatib akan melakukan sinergi lokasi dan waktu percepatan penanggulangan kemiskinan oleh semua pelaku. Dalam hal ini melibatkan pemerintah daerah, swasta, BUMN dan masyarakat.
Dalam jangka panjang, penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui sinergi pengembangan koridor ekonomi dengan mendorong pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas dan pengembangan kawasan dengan konsentrasi penduduk miskin.
"Selain itu juga ditempuh dengan peningkatan kemampuan penduduk miskin sehingga dapat memenuhi dan meningkatkan penghidupannya secara berkesinambungan," tutupnya.

Opini:
Setiap tahun tingkat kemiskinan harus semakin menurun. Memperbanyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia sehinggan masyarakat Indonesia hidup makmur dan sejahtera.

Sumber:
http://www.merdeka.com/uang/tahun-depan-pemerintah-yakin-tingkat-kemiskinan-jadi-9-persen.html

Seenaknya pengusaha naikkan harga dengan alasan tarif listrik



Merdeka.com - Dari 82 kota yang dipantau, hampir seluruh kota mengalami lonjakan inflasi atau kenaikan harga barang, baik pokok, sandang sampai tersier. Sehingga, pada bulan Mei terjadi lonjakan inflasi sampai 0,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,53. Hanya 15 kota mengalami deflasi.
Kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,35 persen, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23 persen, sandang 0,12 persen, kesehatan 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21 persen.
Kenaikan inflasi disinyalir karena kesengajaan. Para pengusaha telah menaikkan harga, dengan alasan adanya rencana kenaikan tarif listrik yang diberlakukan pada bulan awal Mei. Otomatis, sebelum Mei, pengusaha sudah mematok harga yang lebih tinggi.

Tarif listrik bagi pelanggan bisnis menengah (B2) naik 13,09 persen dari Rp 1.352 per kilowatt hour menjadi Rp 1.529 per kWh. Tarif untuk pelanggan bisnis besar (B3) naik 3,2 persen dari Rp 1.117 per kWh menjadi Rp 1.153 per kWh. Selain itu, tarif listrik akan berubah setiap bulan mengikuti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, inflasi, dan harga minyak mentah Indonesia.
"Kenaikan harga dibebankan merata ke konsumen. Harga produk macam-macam naik, alasannya listrik itu," kata Deputi Bidang Statistik Barang dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, di Jakarta, Senin (2/6).
Dia mengatakan setelah kenaikan harga akibat tarif listrik yang naik, pada bulan Juni ini, masyarakatpun harus menanggung beban lebih tinggi, karena mulai memasuki bulan puasa."Inflasi akan masih nampak di Indonesia hingga dua bulan mendatang," katanya.

Kamar Dagang Indonesia ogah disalahkan dengan naiknya kebutuhan pokok pada Mei kemarin. "Saya kira, bukan ulah pengusaha. Pemerintah tidak bisa meredam harga yang tinggi," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Natsir Mansyur pada merdeka.com.

Dia mengatakan pemerintah tidak bisa menekan biaya produksi industri serendah mungkin dengan menyediakan suku bunga murah, biaya listrik murah, distribusi murah. "Harga itu naik, ulah pemerintah secara otomatis berdampak harga jual. Pengusaha ya, alami pasti dinaikan dan akhirnya berdampak pada nilai inflasi, yang tinggi," ujarnya.

Natsir mengatakan pemerintah harusnya belajar dari pengalaman. Selama hampir 15 tahun ini, tidak ada kebijakan yang bisa menurunkan biaya tinggi ekonomi Indonesia. "Manajemen pangan harus dilakukan. Produksi, distribusi, jangan kebijakan dadakan dan spekulatif sehingga harga tinggi," ujarnya.

Opini:
Jika ingin menaikan harga barang-barang menurut saya seharusnya menaikan juga pendapatan masyarakat sehingga mereka cukup untun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika tidak menaikan pendapatan masyarakat dan harga barang-barang tetap naik maka kemiskinan merajalela.

Sumber:
http://www.merdeka.com/uang/seenaknya-pengusaha-naikkan-harga-dengan-alasan-tarif-listrik.html

Meski harga barang melejit, konsumsi masyarakat tetap tinggi



Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir Survei Konsumen pada Mei 2014 menunjukkan keyakinan konsumen kembali menguat dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2014 tercatat 116,9, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 113,9.
"Peningkatan tersebut didorong oleh menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan kondisi ekonomi 6 bulan mendatang," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Tirta Segara, dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (6/6).

Secara tahunan, IKK Mei 2014 lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya (112,8). Hasil survei juga menunjukkan bahwa konsumen memperkirakan kenaikan harga masih berlanjut pada tiga bulan mendatang pasca bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri (Agustus 2014).
Selain itu, tekanan kenaikan harga pada enam bulan mendatang (November 2014) diperkirakan juga masih tinggi didorong oleh kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan barang konsumsi dan penurunan subsidi pemerintah

Opini:
Setiap masyarakat pasti membutuhkan barang konsumsi untuk sehari-harinya meskipun barang konsumsi itu harganya naik. Barang konsumsi pasti akan selalu meningkat sesuai kebutuhan para konsumen apalagi selama bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Ketersediaan pasokan barang konsumsi dan Subsidi Pemerintah pun harus bertambah.

Sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/hatta-rajasa-pasar-adalah-indikator-ekonomi-kerakyatan.html